GASI Soroti Transparansi dan Dugaan Penyimpangan di Polres Sampang, Kapolres: Akan Tindak Tegas Anggota Nakal Sekalipun yang Bermain LC
Sampang, ketikdata.com– Audiensi antara Gabungan Aktivis Sosial Indonesia (GASI) dengan jajaran Polres Sampang berlangsung tegang dan terbuka, pertemuan yang semula membahas perkara amoral di Perum Safira melebar pada isu lain, termasuk dugaan penyimpangan oleh oknum aparat di lingkungan Polres Sampang. Senin (20/10)
Di tengah jalannya audiensi, Waka Polres Sampang sempat melakukan interupsi dan meminta agar pembahasan tetap fokus pada satu persoalan agar tidak melebar ke luar agenda utama.
Namun, Ketua GASI tetap menyampaikan sejumlah hal yang dianggap perlu diketahui publik, terutama terkait kurangnya transparansi dalam penanganan pengaduan masyarakat (dumas) oleh Propam Polres Sampang.
“Banyak laporan masyarakat yang kami kawal di Propam Polres Sampang seolah buram dan tidak ada keterbukaan informasi kepada pihak pelapor,” tegas Ketua GASI, Ahmad Rifai.
Selain itu, Rifai juga menyinggung dugaan keterlibatan oknum di tingkat Polsek dalam praktik-praktik menyimpang.
“Kami menerima banyak laporan adanya oknum yang diduga bermain, mulai dari back up rokok ilegal hingga gadai mobil dinas,” ungkapnya.
Bahkan, dalam forum itu juga disebut adanya dugaan keterlibatan oknum pada unit Reskrim dan Narkoba, nama salah satu oknum, Rendra, disebut dalam dugaan praktik lepas tangkap kendaraan dengan mahar jutaan rupiah.
Menanggapi berbagai tudingan tersebut, Kapolres Sampang AKBP Hartono menegaskan akan menindak tegas setiap anggotanya yang terbukti melanggar aturan, tanpa pandang bulu.
“Saya pastikan, siapa pun anggota yang terbukti melakukan pelanggaran, akan kami tindak tegas. Bahkan sekalipun ada yang bermain LC (Ladies Companion), tetap akan kami proses asal ada bukti,” tegas AKBP Hartono.
Ia menambahkan bahwa Polres Sampang berkomitmen untuk menjaga integritas dan meningkatkan kepercayaan publik.
“Kami terus memperkuat pengawasan internal dan memastikan seluruh anggota menjaga marwah institusi Polri di mata masyarakat,” ujarnya.
Audiensi kemudian diakhiri dengan kesepakatan agar komunikasi antara Polres Sampang dan GASI terus dibangun secara terbuka, dengan tujuan memperkuat transparansi dan profesionalitas dalam penegakan hukum di wilayah Sampang

Posting Komentar